Mereka dan Ramadhan #3

Bismillah,

Malam itu, seorang nenek berjalan menaiki tangga masjid. Amat perlahan hingga gadis di belakangnya melangkah setiap dua anak tangga sekaligus. Ia berjalan mendekat, shaf ini masih terlalu kosong memang. Dari wajah nenek terpancar senyum, senyum yang sekalipun menambah jelas keriput, namun menyiratkan semangat yang tak pernah surut.

Nenek mulai berdzikir, bisikannya terdengar sampai relung hati--yang malah asik melamun.
Iqamah. Imam berdiri, nenek berdiri. Imam ruku beliau ruku. Imam sujud, beliau pun sujud.
Ia shalat bersama orang-orang yang shalat.

Di luar sana, sekelompok pemuda-pemudi menikmati waktu bercengkrama mereka.
Acara buka bareng, istilahnya.
Lupa barangkali, saingan mereka dalam perlombaan kali ini adalah seorang nenek. Atau apakah justru hanya karena seorang nenek?

-----
Semangat jangan pernah padam!
Semangat itu iman, iman itu semangat!

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.